Minggu ketiga bulan Februari 2016, identik dengan tanggal 14-nya yang bagi sebagian orang merupakan hari yang harus dirayakan bersama pasangannya dengan bunga di tangan. Ada juga yang lebih memilih melewatinya dengan hanya berdiam di ruangnya masing-masing dengan secangkir coklat panas di tangan sembari memandangi hujan. Atau ada juga sebagian orang yang justru berada pada kedua kondisi tersebut atau tidak sama sekali. This Week's Playlist kali ini akan mencoba memberikan beberapa referensi musik yang dapat digunakan untuk menemani momen-momen tersebut. TWP kali ini akan lebih didominasi sapuan-sapuan brush yang hangat untuk menemani perbincangan hangat, atau senyuman-senyuman, atau bahkan kesendirian anda.
1.But Beautiful - Lady Gaga ft. Tony Bennett (2014)
Saat pertama kali mendengarkan lagu ini, saya tidak percaya bahwa ibunda para monster ini dapat menyanyi sedemikian indahnya. Sangat kontras dengan musik yang sering dia bawakan sebelumnya, kali ini Gaga memilih lagu standard jazz era '50an untuk dibawakannya bersama legenda musik jazz Tony Bennett. Paduan string section, brush, dan piano pada lagu ini sukses bersinergi dengan vokal prima dari Gaga dan juga Bennett menghasilkan sebuah kolaborasi yang indah. Lagu ini menjadi lagu favorit saya pada album "Cheek to Cheek" mereka yang rilis pada tahun 2014 lalu.
2. My Valentine - Paul McCartney (2012)
Paul McCartney secara mengejutkan pada tahun 2012 lalu merilis sebuah album penuh bergenre standard jazz "Kisses on the Bottom", yang sangat berbeda dengan latar belakangnya yang lebih dikenal sebagai salah satu anggota The Beatles yang bergenre rock. Lagu My Valentine sendiri ditulis McCartney untuk istrinya dan mengikuti nuansa yang sama dengan album "Kisses ...". Lagu ini melibatkan Diana Krall yang mengisi part piano dan untuk lead guitar-nya diserahkan kepada Eric Clapton.
3. That's All - Nat King Cole (1953)
Tidak ada yang dapat mengalahkan Nat King Cole pada kondisi seperti ini. Hujan dan Cole apalagi dipadukan dengan hati yang sedang berbunga, adalah sebuah formulasi yang sangat pas untuk dipadukan. Lagu yang ditulis pada tahun 1952 ini menjadi salah satu lagu yang mengisi daftar Great American Songbook dan direkam untuk pertama kalinya oleh Cole pada tahun 1953. That's all.....
Punya rekomendasi lainnya? Mari berbagi di kolom komentar.
Single kedua dari album "Promenades, ..." yang catchy, positif, dan Mumford-ish
Judul :With Grace Album:Promenades, A Short Films by Elephant Kind Artist :Elephant Kind Tahun :2015
Nuansa Mumford and Sons pada single kedua unit indie ibu kota Elephant Kind di mini album mereka "Promenades, A Short Film by Elephant Kind" ini tidak bisa terelakkan. Mulai dari elemen gitar akustik, hentakan kick drum yang bersatu dengan tambourine, ambience, dan juga vokal Bam Mastro yang sekilas terdengar seperti karakter vokal dari Marcus Mumford. Meski begitu, karakter dari Elephant Kind sendiri tidak lantas hilang begitu saja. Isian synth masih bisa didengar di lagu ini. Bassline yang sederhana tapi efektif dari Coki juga menjadi komplemen yang berhasil menyatu dengan setiap isiandrum yang menghentak di hampir keseluruhan lagu. Lalu riff gitar dari Mastro yang pop-ish dengan isian delay yang sekilas mirip dengan Edge 'U2' tetapi tetap dengan sound yang catchy berbaur dengan aroma yang positif khas Elephant Kind. Secara keseluruhan, lagu yang liriknya memiliki nafas gospel ini seharusnya dapat membawa nama Elephant Kind lebih dikenal pencinta musik di Indonesia, terlepas dari hengkangnya Coki yang lebih memilih berkomitmen dengan Kelompok Penerbang Roket
6.5/10
Bagaimana menurut anda tentang lagu ini? Berbagilah di kolom komentar
Minggu ke 2 bulan Februari 2016 ini setiap harinya Surabaya diguyur hujan dan berhasil membuat suasana kota yang biasanya terik berdebu sejenak menjadi lebih sejuk. Hujan biasanya dimulai pukul 4 sore hingga entah kapan akan berhenti. Di saat seperti ini, mendengarkan musik menjadi pilihan yang bisa dilakukan sembari menunggu hujan reda. Biasanya, saat hujan orang akan lebih mendengarkan musik yang didominasi dentingan gitar akustik. Biar bisa rileks katanya, siapa tahu ketiduran. Tetapi, hujan tidak melulu harus dinikmati dengan iringan musik yang sendu-sendu.
Ini rekomendasi lagu yang dapat masuk ke dalam playlist kamu.
Anderson .Paak Am I Wrong (2016) Genre: RnB
Anderson .Paak merupakan bisa dikatakan pendatang baru untuk telinga saya, karena baru kali ini saya mendengarkan lagu-lagu RnB dari .Paak. Mengingatkan saya pada album "To Pimp a Butterfly" milik Kendrick Lamar tapi memiliki nuansa yang lebih cerah.
Vira Talisa Dharmawan Suis-moi (Camille Cover) (2016) Genre: Jazz
Kanal soundcloud milik Vira merupakan salah satu kanal yang sering saya kunjungi. Nona yang satu ini banyak mengcover lagu-lagu yang familiar di telinga saya seperti Brian Wilson, Beach Boys, WSATCC, dan lain-lain. Kali ini Vira mengcover soundtrack dari film The Little Prince, "Suis-moi" milik Camille. Dentingan gitar sederhana dan harmonisasi vokal yang pas sudah cukup untuk membuat lagu cover ini menjadi manis.
The Beach Boys I'm Waiting For The Day (1966) Genre: Baroque Pop
"Brian Wilson is a Genius"!! Ya, kalimat yang populer di Amerika pada pertengahan '60an itu memang benar. Album Pet Sounds adalah album yang membuat Wilson disebut sebagai Mozart dari US. Kalau kalian sudah menonton film "Love & Mercy" dan sudah mendengarkan album "Pet Sounds" kalian akan tahu kenapa.
I'm Waiting For The Day bukanlah lagu hit pada album ini, tapi kompleksitas plus nada ganjil tapi menyenangkan dan hasil eksperimen Wilson menjadikan lagu ini sebagai lagu favorit saya di album ini.
Ada rekomendasi lagu lain untuk minggu ini? Bagikan saja di kolom komentar :)